di umurku yang terbilang masih muda, aku menikahi pacarku. Dia cantik, punya kulit putih, kalo pas kepanasan pipinya seperti tomat segar, dan tentunya ia juga lulusan pondok. Dia bisa dikatakan perfect, sempurna. Setiap dia berjalan kemana saja, tak ada mata yang tak memandang kagum padanya. Idola setiap pria. Hari H pun dah ditentukan. dan selama dua hari dua malam, kami merayakannya. layaknya pesta perkawinan pada umumnya.
Awal kahidupan rumah tangga serasa nikmat, dan kebanyakan banyak rasa sukanya. Apa saja yang ia pinta, tentu sebisa aku penuhi. Walaupun harus bertaruh nyawa sekalipun. Aku sangat mencintainya, dan aku yakin siapa saja yang setengah mati cinta sama seseorang, apa saja yang bisa membuat bahagia sang sandaran hati tentu akan dilakukannya.
Tapi dibalik kesenanganku memanjakan dia, justru pada akhirnya membuat aku merasa paling terpuruk.
demi rasa cintaku padanya, aku rela banting tulang siang malam. Dan demi membahagiakan dia, aku rela kerja di luar kota. Walaupun aku kerja kebanyakan ke luar kota, tapi aku komitmen dengan sang istri untuk selalu berkomunikasi.
hingga suatu hari aku mendengar desas-desus kalo selama aku kerja di luar kota, Istri selingkuh dengan seseorang. Satu dua kali tentu aku tak pedulikan, karena aku percaya sekali dengan istriku itu. tapi lama-kelamaan kabar itu semakin panas saja di kupingku.
dengan membayar seseorang, pada suatu aku memata-matai istriku itu. Kemana saja dia pergi, aku suruh orang bayaranku itu mengikutinya. yang pada akhirnya, pada suatu malam ia pergi dengan seseorang laki-laki. pergi ke suatu tempat berdua. dan kalian tahu apa yang mereka berdua lakukan, Istriku melakukan apa yang pernah ia lakukan kepadaku. tidur berdua… sungguh bejat.
orang suruhanku tadi akhirnya memberikan rekaman video istriku.
betapa hancurnya hati ini saat itu, entah apa yang aku perbuat. apakah aku harus membunuhnya? saat itu, otakku tidak tak bisa untuk berpikir. dunia rasanya mau runtuh. Laki-laki bekerja siang malam, di luar kota, tapi kenapa dia bersenang-senang dengan selingkuhannya yang tak lain adalah temanku sendiri?
Singkat cerita, aku kemudian menceraikannya. Untuk apa istri yang tak bermoral seperti itu.
setelah itu, aku seperti tak semangat untuk hidup. aku malu terhadap orang tua, aku malu kepada saudara-saudaraku, tetanggaku. kenapa sekali jatuh cinta kemudian menikah langsung diberi cobaan seperti ini? beberapa hari kemudian, aku jatuh sakit karena terlalu stres. hingga aku di rawat di rumah sakit. semua badanku terasa tidak bisa digerakkan. aku seperti orang sekarat, tak mau hidup mati pun segan.
setelah sembuh, kemudian aku mengurung diri. aku meratapi nasibku yang bisa seperti ini…!! setiap malam aku menangis di atas sejadah. dan mulai saat itu, sholat malam selama 4 bulan aku jalani, demi mendapatkan cahayaNya. dalam do’a itu aku cuma meminta, seandainya aku masih mempunyai jodoh, aku meminta untuk diberi tahu jodohku itu dengan digetarkannya hati ini jika suatu saat dipertemukan. dan tentunya jodoh itu tak sebejat mantan istriku.
Akhirnya, aku putuskan kalau lama-lama di kampungku dan masih tetap meratapi semua kejadian bodoh itu, aku bisa gila beneran. aku pun pergi dari rumah. dan tempat tujuan satu-satunya adalah pondok yang dulu pernah aku jadikan tempat menuntut ilmu.
sampai di sana aku diberi saran oleh petinggi pondok itu. beliau yang setelah mendengar ceritaku tadi,menyarankan agar aku harus hijrah. pergi jauh agar hati dan perasaan ini tenang. kalau perlu pergi ke luar jawa.
Benar juga apa yang dikatakan beliau, aku memutuskan untuk pergi ke sumatra.(bersambung)
Ditulis oleh ali8sas